ARTIKEL KESEHATAN

Artikel #1

Mengapa Manusia Purba Kekar Berotot..??

Dahulu kala, nenek moyang manusia tampak seperti figur-figur pahlawan super yang kuat, langsing, berotot, serta mampu melompat menangkap mamalia dengan satu loncatan. Nenek moyang kita tidak pernah memikirkan diet sebagaimana kita, tetapi tubuh mereka padat dan kencang layaknya batu granit. Sedangkan kita? Manusia zaman sekarang yang sangat terobsesi diet, jauh melebihi obsesi paparazzi memburu para selebriti, namun tetap saja sebagian besar dari kita bertubuh lembek seperti yoghurt. Untuk mengetahui bagaimana tubuh manusia bermetamorfosis dari sekeras batu menjadi selunak spons. Mari kita bahas…


Pada zaman dahulu, konsumsi manusia terdiri dari buah-buahan, kacang-kacangan, sayuran, umbi-umbian dan daging binatang liar. Di masa lalu, daging yang mereka konsumsi memiliki kadar lemak rendah, tetapi berprotein tinggi. Sedangkan yang kita konsumsi pada masa kini berupa potongan daging sapi yang sebelumnya diberi makan jagung untuk membuatnya lebih gemuk dan rasanya lebih lezat. Hewan liar pada masa lalu memiliki lemak hanya sekitar empat persen, sedangkan daging komersil masa kini mengandung sembilan kali lipatnya.


Makanan yang dikonsumsi nenek moyang kita selalu segar karena belum ada makanan kalengan atau lemari pendingin untuk menumpuk persediaan makanan. Mereka juga tidak terbiasa menyelinap pada malam hari untuk mencari cemilan manis. Mereka memperoleh gula dari buah-buahan dan sarang lebah, mereka tidak terbiasa membawa segenggam besar permen manis tinggi kalori kemana pun mereka pergi. Pada zaman itu, diperlukan banyak upaya untuk mendapatkan makanan. Sehingga lemak-lemak di tubuh terbakar secara alami melalui aktivitas fisik, seperti berburu dan mengumpulkan hasil alam.


Faktanya, definisi ‘mencari makan’ ala nenek moyang kita meliputi berjalan kaki, berburu dan mengejar. Bukan seperti kita yang dengan mudahnya membuka lemari pendingin mencari bungkusan puding di malam hari. Garam dan gula adalah barang langka di masa itu sehingga mereka lebih banyak menyantap biji-bijian, sayuran dan daging. Daging memberi banyak protein, vitamin, mineral dan asam-asam lemak yang membantu mereka tumbuh tinggi dan menambah massa otot. Sementara makanan lainnya menyediakan nutrisi-nutrisi seperti glukosa, yaitu gula sederhana yang terkandung dalam buah-buahan dan karbohidrat kompleks dari makanan yang diperlukan untuk hidup, berkembang dan mendapatkan energi untuk beraktivitas.


Tubuh kita memiliki lebih banyak sistem yang mendukung penambahan berat badan daripada pengurangan bobot. Kita banyak meracuni sistem tubuh yang bisa menurunkan berat badan dan memperkuat sistem yang memperbolehkan penumpukan lemak, anatomi menjadi kacau dan mengubah tubuh menjadi mesin penyimpan lemak. Salah satu tujuan diet adalah memprogram ulang tubuh agar sistem-sistem internal bisa kembali seperti pada masa ketika makanan manusia adalah binatang buas di alam liar, bukannya daging kambing guling berlumur mentega.


Kemunculan agrikultur yang mengawali peralihan sosiologis memiliki andil kuat dalam mempengaruhi gaya hidup dan pola makan manusia hingga hari ini. Selain memusnahkan kehidupan mammoth, perkembangan agrikultur telah memastikan bahwa manusia akan selalu memiliki persediaan makanan yang berlimpah, namun menjadi malapetaka ketika manusia menjadi rakus. Kini kita bisa memproduksi makanan, menyediakan apa saja yang kita inginkan, bukan yang benar-benar dibutuhkan tubuh. Alih-alih membuat makanan yang menyehatkan tubuh sekaligus menggugah selera, kita malah menciptakan produk-produk yang ramah terhadap lidah, tetapi tidak baik bagi kesehatan dan lingkar pinggang.


Informasi ini kami sampaikan tidak dimaksudkan untuk mengajak Anda menjadi manusia gua, akan tetapi lebih difokuskan pada membangun kesadaran Anda bahwa kita hidup di dunia saat ini yang penuh kebebasan, godaan dan pilihan makanan yang sangat menarik. Hal tersebut dapat dengan mudah mengalihkan keputusan-keputusan diet yang semula berdasarkan kebutuhan biologis menjadi reaksi psikologis. Secara biologis, tubuh menginginkan kita untuk makan dengan benar. Mengontrol lemak dalam tubuh bukan berarti menjalani hukuman memakan brokoli seumur hidup, melainkan mengajarkan tubuh untuk sedikit banyak mengadopsi gaya hidup nenek moyang kita yang aktif bergerak dan pola konsumsi yang natural. Semoga menambah wawasan, bermanfaat bagi Anda dan keluarga
 

Artikel #2

Pentingnya Lemak Untuk Diet dan Kesehatan

Lemak memang paling sering dianggap sebagai biang keladi penyebab kegemukan. Padahal pendapat itu tidak sepenuhnya benar, lemak justru sebenarnya dibutuhkan untuk kesehatan. Lemak baik dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah, dan risiko kematian akibat penyakit jantung. Penting juga untuk fungsi otak yang optimal, kulit dan organ tubuh yang penting lainnya, selain juga untuk membantu penyerapan berbagai vitamin.

Pada orang yang melakukan diet, lemak tidak boleh diabaikan. Lemak yang dicerna tubuh akan membantu menekan ghrelin (hormon perangsang rasa lapar), serta secara simultan memicu pelepasan peptides yang membuat kita merasa puas dan kenyang. Lemak dalam jumlah yang cukup juga diperlukan untuk menekan indeks glikemik makanan sehingga kita merasa kenyang lebih lama. Tanpa lemak, kulit menjadi lebih kering, rambut menjadi lebih kusam, dan kadar kolesterol meningkat jika Anda lebih banyak mengonsumsi karbohidrat sebagai pengganti lemak.



Namun, lemak yang dipilih sebaiknya adalah lemak tak jenuh yang terdapat pada minyak goreng yang terbuat dari biji-bijian seperti jagung, kacang tanah, kedelai, zaitun, dan biji bunga matahari. Lemak baik lainnya antara lain omege-3 yang terdapat dalam ikan serta buah alpukat. Minyak goreng yang banyak digunakan di Indonesia adalah minyak sawit dan minyak kelapa. Keduanya adalah sumber lemak jenuh. Sumber lemak jenuh lain yang harus dikurangi antara lain lemak gajih, jeroan, mentega, santan, serta semua jenis kue dan tart yang terbuat dari banyak telur dan mentega.

Berikut beberapa sumber lemak baik yang bermanfaat untuk kesehatan Anda, antara lain :

  • Minyak zaitun diperas langsung dari buahnya. Untuk memaksimalkan sifat yang menguntungkan, sebaiknya pilih produk yang belum lama diproduksi, dikemas dalam wadah gelap dan jika Anda membeli produk pabrik, pilih yang menuliskan tanggal panennya.

  • Minyak ikan mengandung kadar tinggi Omega-3, asam lemak esensial (EFA) yang membantu meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol buruk. Kerang tertentu juga menghasilkan minyak ikan yang baik.

  • Kacang merupakan sumber makanan yang kaya lemak tak jenuh tunggal, khususnya kacang pinus, hazelnut, almond, mete, macadamia, pecan, dan pistachio.

  • Biji wijen adalah yang terbaik. Campuran biji wijen dengan minyak zaitun extra virgin merupakan kombinasi yang pas untuk membuat salad atau makanan lain. Biji-bijian lain sumber minyak baik antara lain canola, bunga matahari, dan wijen.

  • Avokad penuh lemak yang baik. Sebagian besar lemak avokad adalah jenis yang sehat, 60 persen tak jenuh tunggal dan 12 persen tak jenuh ganda
     

Artikel #3

Gemuk bukanlah Takdir..

Banyak orang yang tidak menganggap kegemukan adalah masalah serius yang dialaminya. Bahkan tidak sedikit yang menganggap kegemukan adalah lambang kemakmuran sehingga masa bodoh dengan ukuran tubuhnya yang ‘over size’. Sebagian orang lainnnya mengerti bahwa kegemukan adalah persoalan yang harus segera diatasi. Meski demikian, tidak sedikit orang gemuk yang pasrah menerima takdirnya dan tidak berusaha untuk memperbaikinya.

Kegemukan merupakan masalah kompleks yang disebabkan oleh beberapa faktor. Kegemukan dapat disebabkan oleh sifat alami yang dibawa oleh gen atau faktor keturunan. Gemuk alami dibawa oleh gen pembawa sifat gemuk yang di turunkan oleh orangtua, sedangkan gemuk tidak alami dapat terjadi karena faktor di luar gen seperti kebiasaan orangtua yang ditularkan kepada anaknya, misalnya pola makan, malas bergerak, dan penyakit tertentu.
 


Berbagai studi kasus kegemukan menjelaskan bahwa persentase gemuk alami jauh lebih kecil dibandingkan dengan gemuk tidak alami. Artinya, takdir gemuk sebenarnya sangat jarang terjadi. Coba amati! Banyak keluarga yang kedua orangtuanya gemuk, tetapi memiliki anak yang kurus dan sebaliknya. Tubuh gemuk yang selama ini banyak dialami masyarakat bukanlah gemuk alami yang disebabkan oleh gen secara turun temurun. Ada faktor lain yang mempengaruhi seseorang menjadi gemuk meski cetak biru yang dimiliki tidak mengarah menjadi gemuk, yaitu pola hidup (life stye) individu yang bersangkutan.

Kesalahan dalam memilih jenis makanan dapat mengubah gen yang kita miliki. Fenomena ini disebut mutasi gen. Makanan memiliki andil sangat besar untuk mempengaruhi gen seseorang. Setiap jenis makanan membawa informasi tersembunyi untuk dikomunikasikan kepada gen. Selanjutnya, gen tersebut yang akan mengarahkan metabolisme dalam tubuh. Makanan yang kita konsumsi mampu mempengaruhi ekspresi gen dan menyebabkan perubahan atau mutasi. Mutasi gen berdampak luas terhadap tubuh dengan pengaruh yang berbeda-beda, baik ke arah konstruktif (membangun) atau destruktif (merusak).

Mayoritas gen yang bermutasi memiliki bentuk yang berubah dari aslinya dan mengarah kepada ekspresi buruk pada sel yang dipengaruhi. Gen tersebut akan membelokkan arah metabolisme dengan cara mengacaukan hormon pembawa pesan (neurotransmiter) pengatur metabolisme dalam tubuh. Akibatnya, laju metabolisme terus menurun secara pasti, kacau dan mengubah tubuh menjadi mesin penyimpan lemak. Penyakit yang disebabkan oleh kekacauan metabolisme ini digolongkan sebagai penyakit degeneratif (akibat penuaan), yaitu penyakit akibat ketidakmampuan (keausan) sel untuk menjalankan fungsi metabolisme. Dampak kekacauan sel akan semakin meluas jika didukung oleh kebiasaan hidup tidak sehat, seperti merokok, minuman beralkohol, kurang istirahat dan jarang berolahraga.

Interaksi antara gen, pola makan dan faktor lingkungan akan mengekspresikan fungsi metabolisme dalam tubuh. Hubungan antara ketiganya dapat mempengaruhi status kesehatan seseorang, termasuk kegemukan. Fakta inilah yang menjadi acuan bahwa gemuk bukan takdir dan dapat diubah selama ada niat untuk mengubahnya. Meskipun Anda menderita kegemukan, bahkan memiliki pengaruh-pengaruh keturunan yang menentukan jenis tubuh dan faktor bawaan lahir. Keadaan ini dapat di minimalisir jika Anda konsisten mengonsumsi makanan alami, kaya serat, jauhi stres, menerapkan gaya hidup sehat, berpikir positf dan selalu termotivasi.